About

Hetalia Mochi - Sechelles

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 11 Februari 2018

Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia Jerawat


Jerawat

Jerawat adalah masalah kulit yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung, dan dada. Bintik-bintik tersebut dapat berkisar mulai dari yang ringan, seperti komedo hitam dan komedo putih, hingga bintik-bintik parah yang berisi nanah dan kista. Biasanya bintik-bintik yang tergolong parah tersebut akan meninggalkan bekas luka.

Selain ditandai dengan gejala-gejala seperti kulit berminyak dan munculnya bintik-bintik, kadang-kadang jerawat juga menyebabkan kulit terasa panas dan sakit saat disentuh. Ada beberapa bagian pada tubuh yang biasa ditumbuhi jerawat dan yang paling umum adalah wajah. Jerawat merupakan kondisi yang umum, artinya sebagian besar orang pernah mengalaminya
Sebagian besar kasus jerawat terjadi pada seseorang yang berusia di bawah 28 tahun. Terutama bagi remaja, mereka sangat rentan terkena jerawat pada usia 14-19 tahun.
Meskipun jerawat dapat menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan usia, namun pada sebagian kasus, masih ada yang mengalami masalah jerawat di pertengahan usia 20-an. Wanita usia 20-an tahun lima kali lebih berisiko mengalami hal tersebut dibandingkan pria usia 20-an tahun.

Faktor-faktor penyebab jerawat

Jerawat bisa muncul pada usia berapa pun, namun perubahan kadar hormon selama masa puber kerap dikaitkan dengan penyebab-penyebabnya. Perubahan hormon tersebut berdampak kepada kelenjar penghasil minyak atau sebum yang letaknya dekat dengan folikel rambut di kulit.
Peningkatan aktivitas kelenjar ini menyebabkan produksi sebum pada wajah juga bertambah. Jadi tumpukan sebum ini nantinya akan bergabung dengan kotoran dan sel kulit yang mati, kemudian menyumbat pori-pori.
Pada saat pori-pori tersumbat dan dengan banyaknya sebum pada permukaan kulit, bakteri yang disebut Propionobacterium acnes berkembang dengan cepat. Bakteri ini merupakan bakteri penyebab jerawat. Propionobacterium acnes melepaskan semacam zat iritan yang akan mengiritasi kulit. Efek dari iritasi inilah yang menyebabkan kulit memerah dan membengkak, disamping itu juga menyebabkan timbulnya nanah di balik kulit.
Lapisan dalam folikel rambut juga menebal akibat perubahan kadar hormon dan menyebabkan tersumbatnya pori-pori kulit. Penyumbatan pori-pori ini tidak akan hilang, meski kulit telah dibersihkan.
Selain pada masa puber, jerawat juga bisa dialami para wanita akibat perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi dan masa kehamilan. Jerawat juga diketahui sebagai faktor keturunan. Kemungkinan besar seseorang akan memiliki jerawat jika kedua orang tua berjerawat juga.
Hingga kini belum ada bukti bahwa jerawat disebabkan oleh aktivitas seksual, makanan, atau buruknya kebersihan.

Diagnosis jerawat

Dokter biasanya mampu mendiagnosis jerawat hanya dengan melihat kulit penderita secara langsung. Melalui pemeriksaan, dokter dapat menentukan jenis jerawat yang tumbuh serta mengukur tingkat keparahannya (tingkat peradangan dan jumlah jerawat). Setelah diagnosis dilakukan, barulah rencana penanganan bisa dibuat.

Tindakan yang tepat dilakukan jika memiliki jerawat

Penting untuk menjaga kebersihan kulit di area yang berjerawat, meski itu tidak akan mencegah munculnya jerawat baru. Basuh area tersebut dua kali sehari dengan menggunakan pembersih atau sabun wajah. Agar tidak mengalami iritasi, jangan menggosok kulit terlalu keras.
Kini sebagian besar produk pelembap telah melalui tahap pengujian agar tidak menimbulkan komedo atau jerawat. Gunakan pelembap jika kulit Anda kering dan hindari memakai produk kecantikan yang dapat menyumbat pori-pori kulit.
Meski jerawat tidak bisa disembuhkan, namun masih bisa dikendalikan melalui pengobatan. Obat-obatan berbentuk gel, pelembap, dan krim kini sudah banyak tersedia di apotek. Jika memiliki jerawat, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter, terutama jika penggunaan obat yang dijual bebas di pasaran tidak membuahkan hasil atau bahkan justru menimbulkan efek samping seperti:
  • Pembengkakan pada wajah, mata, bibir, atau lidah.
  • Radang tenggorokan dan sesak napas.
  • Pingsan.
Umumnya dokter menyarankan penggunaan produk yang mengandung konsentrat benzoil peroksida rendah. Namun berhati-hatilah dalam menggunakannya karena pada bidang industri, konsentrat tersebut juga digunakan sebagai bahan pemutih pakaian.
Anda mungkin membutuhkan antibiotik atau krim yang lebih kuat jika jerawat Anda tergolong parah dan timbul pada sejumlah bagian tubuh, seperti dada dan punggung. Ingatlah bahwa penggunaan obat tersebut tetap harus melalui resep dokter.

Komplikasi jerawat

Tanyakan kepada dokter jika pertumbuhan jerawat makin parah. Jika jerawat parah tidak segera ditangani, dikhawatirkan bisa menimbulkan komplikasi berupa bekas luka. Selain itu, disarankan untuk menemui dokter jika obat yang digunakan tidak bisa mengendalikan pertumbuhan jerawat sehingga menjadikan Anda tidak percaya diri serta depresi.
Pengobatan jerawat membutuhkan kesabaran. Tidak disarankan untuk memencet jerawat karena akan meninggalkan bekas luka permanen. Biasanya pengobatan akan menunjukkan hasil optimal dalam tiga bulan.

Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia Albuminuria

ads
Albumin adalah sejenis protein yang fungsinya adalah untuk mencegah merembesnya cairan yang terdapat didalam darah yang akan keluar menuju ke jaringan yang lain. Albumin itu sendiri adalah protein utama yang terdapat pada darah sementara protein merupakan senyawa komples yang tersebar di hampir seluruh bagian tubuh kita hingga bagian kecil seperti kuku. Protein yang terdapat dalam aliran darah manusia memiliki berbagai fungsi penting diantaranya untuk proses pembekuan darah, melindungi tubuh dari berbagai infeksi dan menjaga cairan yang ada di dalam tubuh manusia agar dalam keadaan yang seimbang. ( Baca juga : glukosaria )
Fungsi ginjal adalah untuk menyaring dan memilih mana zat zat yang akan dibuang keluar dari tubuh manusia dan zat zat apa yang masih berguna bagi tubuh manusia. Ketika fungsi ginjal ini rusak maka ginjal tidak mampu menyaring zat zat tersebut sehingga zat zat yang seharusnya terbuang dari dalam tubuh justru akan mengendap di dalam tubuh dan zat zat masih berguna bagi tubuh dikeluarkan dari dalam tubuh bersama urin. Albumin dan protein merupakan zat zat yang masih berguna bagi tubuh manusia, rusaknya fungsi ginjal dalam penyaringan membuat tubuh manusia kekurangan banyak protein dan kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal. Berikut ini berbagai macam penyebab terjadinya Albuminuria. (Baca juga : kebiasaan penyebab gagal ginjal  )

Penyebab Albuminuria

  1. Diabetes
Diabetes merupakan kondisi dimana kadar gula yang terdapat pada tubuh manusia melebihi kadar normal rata rata manusia. Keadaan ini yang menyebabkan rusaknya ginjal sehingga ginjal gagal melakukan proses filtrasi. (Baca juga : kelainan ginjal )
  1. Hipertensi
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal pula. ( Baca juga : ginjal polikistik )
  1. Pre eklampsia
Pre eklampsia dan hipertensi gestasional terjadi pada wanita yang sedang hamil. Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil. ( Baca juga : tanda awal gagal ginjal )
  1. Daya tahan tubuh yang lemah
Sistem imun yang lemah akan membuat bakteri dan virus dengan mudah menyerang ginjal. Sehingga yang terjadi adalah rusaknya ginjal dan beberapa fungsi ginjal tidak bekerja dengan baik. ( Baca juga : macam macam penyakit ginjal )
  1. Kurangnya cairan
Kurangnya cairan dalah tubuh menyebabkan terjadinya dehidrasi yang menyebabkan penumpukkan protein di dalam ginjal sehingga tidak mampu diproses dengan baik oleh ginjal. ( Baca juga : penyebab radang ginjal )
  1. Kurangnya protein
Protein yang masuk ke dalam tubuh manusia jumlahnya di bawah jumlah yang dibutuhkan tubuh. Sementara, Vitamin C dan kalsium jumlahnya terlalu melimpah sehingga dapat merusak glomerulus. ( Baca juga : ciri ciri ginjal bocor )
  1. Obat obatan
Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai obat apa saja yang dapat dikonsumsi dengan aman dan tidak menyebabkan alergi pada tubuh. Bagi sebagian orang mereka terkena alergi apabila mengonsumsi obat yang mengandung zat zat tertentu. ( Baca juga : ciri ciri ginjal bermasalah )
Ciri ciri Albuminuria
  1. Urin mengandung protein
Urin yang mengandung protein biasanya ditandai oleh warna urin yang berubah menjadi keruh, adanya nanah ketika buang air kecil, dan memiliki bau yang menusuk. ( Baca juga : ciri ciri penyakit batu ginjal )
  1. Nyeri pinggang
Ketika mengalami penyakit ginjal maka bagian yang paling merasakan sakit ialah pinggang. Karena ginjal berada di bagian belakang atas kanan dan kiri tubuh manusia. Nyeri pinggang terjadi karena jaringan penyaringan cairan dalam ginjal mengalami kerusakan. ( Baca juga : ciri ciri ginjal sehat )
  1. Pembengkakan pada bagian tubuh
Pada orang yang terkena Albuminuria akan mengalami pembengkakan yang terjadi pada beberapa anggota tubuh. Pembengkakan ini terjadi karena adanya cairan yang menumpuk pada ginjal.( Baca juga : penyebab ginjal bengkak )
  1. Tubuh cepat lelah
Albuminuria menyebabkan tubuh kekurangan protein, kekurangan protein ini menyebabkan tubuh lebih gampang lelah dan letih. ( Baca juga : ciri ciri ginjal rusak )

Gejala gejala Albuminuria

1. Pembengkakan pada perut

Pembengkakan pada perut terjadi karena adanya kerusakan atau ketidaknormalan yang terjadi pada proses eskresi. Metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tidak berjalan dengan baik dan menyebabkan pembengkakan yang terjadi pada perut. ( Baca juga :  cara mengobati batu ginjal)
  1. Pembengkakan pada kaki
Pembengkakan pada kaki bisa menandakan adanya penyakit yang menyerang tubuh manusia. Misalnya penyakit jantung dan ginjal atau bisa juga penyaki penyakit lainnya. Selain hal ini dapat menganggu aktivitas sehari hari, pembengkakan pada kaki juga harus diperiksa dengan segera ke dokter untuk mengetahui adakah penyakit lain yang bersarang di dalam tubuh. ( Baca juga : penyebab ginjal mengecil )
  1. Pembengkakan pada wajah
Pembengkakan pada wajah sangat menganggu pada sebagian besar orang. Selain itu rasa sakit yang diderita juga membuat badan merasa tidak enak. Pembengkakan pada wajah dapat terjadi karena kenaikan berat badan, sakit gigi atau albuminuria. ( Baca juga : makanan penyebab sakit ginjal )
  1. Pembengkakan pada tangan
Pembengkakan pada tangan bisa menjadi tanda terjadinya asam urat atau juga albuminuria.
  1. Tidak ada gejala khusus
Pada sebagian orang yang terkena Albuminuria bisa jadi mereka tidak memiliki tanda tanda khusus. Mereka baru mengetahui mereka terkena Albuminuria ketika mereka datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Diagnosa Albuminuria
Pemeriksaan diagnostik Albuminuria dilakukan dengan melakukan tes urin yang kemudian akan diuji berapa kadar albumin yang terdapat pada urin manusia. Normalnya kadar albumin berada dikisaran kurang atau sama dengan 2,5 mg/mmol pada pria dan kurang dari atau sama dengan 3, mg/mmol pada wanita.

Pencegahan Albuminuria

  1. Minum air putih yang cukup
Dalam sehari manusia minimal mengonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas sehari. Kurangi minuman alkohol dan berasa untuk menstabilkan kadar albumin yang ada dalam tubuh untuk menghidari penyakit Albuminuria.
  1. Mengonsumsi buah buahan berserat
Mengonsumi buah buahan sangat baik untuk tubuh agar tubuh terasa sehat dan segar. Buah buahan yang berserat seperti apel dan anggur baik untuk mencegah terjadinya kelebihan zat protein di dalam tubuh manusia sehingga fungsi ginjal dapat berlangsung dengan baik.
  1. Kurangi makan garam
Garam ternyata dapat menganggu fungsi ginjal dalam mengendalikan cairan yang ada dalam tubuh.
Pengobatan albuminuria
  1. Melakukan pengontrolan kadar gula dalam tubuh
Albuminuria dapat terjadi karena diabetes. Untuk mengurangi risiko Albuminuria semakin parah maka cara yang bisa dilakukan adalah mengontrol kadar gula yang ada didalam darah. Untuk mengontrol darah ini biasanya dokter menyarankan pasien untuk melakukan diet, olahraga yang cukup dan makan makanan yang mengandung sedikit gula dan juga dengan mengonsumsi obat untuk menekan kadar gula dalam darah
  1. Ace inhibitor
Ace inhibitor biasanya direkomendasikan untuk orang yang memiliki hipertensi. Para penderita yang terkena Albuminuria dikarenakan hipertensi disarankan untuk menjaga tekanan darah mereka pada angka dibawah 140/90 mmHg.
  1. Penggunaan diuretik dosis
Diuretik dosis digunakan untuk mengurangi jumlah albumin dalam tubuh dan dilakukan secara berulang agar kadar albumin dalam keadaan normal.
  1. Terapi steroid
Terapi ini digunakan untuk mengurangi kadar protein dalam urin
Albuminuria merupakan salah satu penyakit ginjal yang seringkali membuat tubuh penderita lemah karena kekurangan protein. Kekurangan protein ini terjadi karena gagalnya fungsi ginjal dalam menyaring zat zat yang masih berguna bagi tubuh. Hal hal yang dapat membuat tubuh kita terhindar dari  Albuminuria ialah minum yang cukup dan juga menjaga berat badan.

Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia dan Upaya untuk Mencegah atau Menanggulangi Batu Ginjal



    Batu ginjal

    Image result for GANGGUAN PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA

    • Penyebab       :
    Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih.
    Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air. Batu ginjal tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan hidronefrosis. Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.
    • Pencegahan           :
    1. Perbanyaklah minum air putih agar air seni lancar. Ketika berada di ruangan ber-AC, Perbanyak minum air putih walaupaun tidak haus, Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari.
    2. Hindari minum atau memasak menggunakan air yang kandungan kapurnya tinggi. Kapur di dalam tubuh bisa membentuk batu.
    3. Jika menderita penyakit gout dan hiperparatiroid segera atasi. Kedua penyakit itu meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal.
    4. Lakukan olahraga rutin dengan tujuan agar metabolisme di dalam tubuh berjalan dengan baik. Idealnya, lakukan olahraga dua hari sekali. Pilihlah jenis olahraga yang disukai dan lakukan sesuai kemampuan, jangan dipaksakan.
    5. Jangan duduk terlalu lama saat bekerja. Posisi tersebut mempermudah terjadinya pengendapan Kristal air seni yang kemudian membentuk batu. Paling tidak, dua jam sekali bangkitlah dari duduk dan berjalan-jalan sebentar.
    6. Bila terasa ingin membuang air seni sebaiknya segera lakukan. Sangat tidak disarankan untuk menahan air seni, karena Kristal-kristal tersebut bisa mengendap membentuk batu ginjal.
    7. Hindari makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu dengan kalsium tinggi. Begitu juga dengan makanan yang mengandung purin tinggi, seperti jeroan, emping, dan brokoli. Dan kurangi konsumsi kacang-kacangan, cokelat, soda dan teh.
    • Pengobatan           :
    Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalsium.

    Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia dan Upaya untuk Mencegah atau Menanggulangi Nefritis



    Nefritis


    Image result for GANGGUAN PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA

    Nefritis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan ginjal. Selain jantung, ginjal adalah salah satu organ tubuh yang paling giat bekerja. Setiap harinya, ginjal menyaring sekitar 50 galon darah, 5 galon di antaranya adalah kotoran yang dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
    Ketika ginjal berfungsi dengan normal, bagian tubuh lainnya akan terus mendapatkan darah “bersih” yang kaya oksigen. Namun, ketika mengalami peradangan, ginjal tidak akan dapat menyaring darah dengan baik. Apabila tidak diobati, ginjal dapat masuk ke masa kritis dan berhenti bekerja. Gagal ginjal merupakan penyakit yang serius, karena kotoran akan tertimbun di dalam darah dan meracuni organ tubuh lainnya.
    Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, pasien harus menjalani cuci darah (dialisis), suatu tindakan yang menggunakan alat untuk menggantikan fungsi ginjal. Namun, pasien tidak akan dapat bertahan hanya dengan dialisis. Nantinya, ginjal harus diganti dengan ginjal yang sehat melalui transplantasi ginjal.
    Nefritis dibedakan menjadi beberapa jenis. Setiap jenisnya dibedakan berdasarkan pada bagian ginjal yang mengalami nefritis. Tiga bagian utama yang biasanya terkena nefritis adalah glomerulus, tubule, dan jaringan renal interstisial.
    •  
      Glomerulonefritis – Penyakit ini adalah peradangan pada pembuluh kapiler kecil di dalam ginjal yang bernama glomerulus, yang berfungsi untuk menyaring darah. Ketika mengalami peradangan, glomerulus tidak akan dapat menyaring darah dengan baik.
    •  
      Nefritis Interstisial – Apabila peradangan tidak mengenai glomerulus, kemungkinan besar peradangan akan terjadi pada bagian di antara nefron yang bernama insterstitium renal, sehingga menyebabkan nefritis interstisial, terkadang dikenal sebagai nefritis tubulointerstisial.
    •  
      Pyelonephritis – Kotoran yang dikeluarkan oleh darah akan dihantarkan ke kandung kemih melalu tabung yang bernama ureter. Pada beberapa kasus, peradangan akan mulai timbul di kandung kemih dan menjalar ke ureter sampai ginjal. Kondisi ini dikenal sebagai pyelonephritis.

    Penyebab Nefritis

    Setiap jenis nefritis memiliki penyebab tersendiri.
    Sampai saat ini, penyebab pasti dari glomerulonefritis masih belum diketahui. Namun, para dokter dan peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang kemungkinan menyebabkan infeksi, misalnya penyakit sistem kekebalan tubuh, riwayat kanker, abses yang timbul di bagian tubuh lainnya dan menyebar ke ginjal melalui peredaran darah.
    Penyebab utama pyelonephritis adalah bakteri escherichia coli (e. coli). E. coli ada di usus dan dapat menyebabkan infeksi di ginjal. Selain e. coli, penyebab lain pyelonephritis adalah batu ginjal, penggunaan sistoskop untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih, dan operasi pada kandung kemih, ureter, atau ginjal.
    Nefritis Interstisial kebanyakan disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang dan kadar potasium darah yang rendah.
    Selain mengetahui penyebab nefritis, hal penting lainnya yang juga harus dilakukan adalah mencari tahu apakah Anda berisiko terkena nefritis. Faktor risiko utama nefritis adalah:

    Gejala Utama Nefritis

    Walaupun nefritis dibedakan menjadi berbagai jenis dan disebabkan oleh berbagai faktor, sebagian besar gejala yang ditimbulkan tidak berbeda. Gejala nefritis yang paling umum adalah:
    • Demam
    • Tekanan darah tinggi
    • Urin yang keruh dan mengandung darah atau nanah
    • Sering buang air kecil, namun kesulitan setiap buang air kecil
    • Pembengkakan (edema), terutama di ujung atas dan bawah wajah
    • Sering muntah

    Struktur dan Fungsi Sistem Ekskresi pada Manusia Hati

    Hati
    Hati mengekskresikan empedu yang dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang sudah rusak/tua. Empedu yang dihasilkan terlebih dahulu ditampung di kantung empedu. Empedu terdiri dari garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin). Garam empedu berfungsi mengemulsi-kan lemak dalam proses pencernaan. Zat warna empedu memberi warna yang khas pada feses dan urin.
    Alat Ekskresi Manusia dan Fungsinya
    Zat warna empedu merupakan zat sisa tidak langsung, karena dihasilkan oleh hati tetapi pengeluarannya melalui saluran pencernaan dan darah menuju ginjal untuk dikeluarkan bersama urin.
    Berikut video tentang cara kerja Hati manusia :
    Hati pada orang dewasa beratnya sekitar 1,5 kg. Selain sebagai alat ekskresi, hati memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai berikut.
    a. Pembongkaran sel darah merah yang sudah tua. b. Pusat pengubahan protein, lemak, dan karbohidrat sesuai kebutuhan tubuh. c. Menawarkan racun. d. Tempat pembentukan provitamin A menjadi vitamin A. e. Tempat pembentuk protrombin. f. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
    Sari-sari makanan yang diserap dari usus halus terlebih dahulu masuk ke hati melalui vena porta. Di dalam hati, zat beracun dan bibit penyakit disaring dan dinetralkan oleh sel-sel hati. Karena kerja hati cukup berat, hati dapat mengalami berbagai kerusakan atau gangguan. Zat-zat tertentu seperti racun dan alkohol dapat menyebabkan kerusakan sel-sel hati yang disebut sirosis dan kanker hati.
    Untuk menjaga kesehatan hati kita harus berhati-hati dalam memilih makanan, misalnya menjaga kebersihan makanan, menghindari zat aditif dalam makanan yang tidak benar-benar diperlukan, tidak mengonsumsi makanan yang kadaluarsa, menghindari alkohol, dan sebagainya.
    Infeksi bakteri atau virus juga dapat menyebabkan penyakit pada hati. Contohnya adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus. Virus dapat menular melalui makanan, minuman, transfusi darah, dan jarum suntik. Hepatitis menyebabkan kerusakan sel-sel hati sehingga zat warna empedu menyebar ke seluruh tubuh. Akibatnya warna kulit tubuh dan bola mata menjadi kekuning-kuningan. Oleh karena itu penyakit hepatitis sering disebut penyakit kuning. Untuk mencegah penyakit hepatitis, harus menjaga kesehatan dan kebersihan makanan dan lingkungan sekitar.
    Kantung empedu juga dapat mengalami gangguan, misalnya batu empedu. Batu empedu biasanya disebabkan oleh meningkatnya kandungan kolesterol sehingga garam empedu dan fosfolipid tidak mampu melarutkannya. Akibatnya kolesterol akan mengkristal dan membentuk batu empedu. Batu empedu yang terus membesar akan menghalangi aliran cairan empedu, sehingga menimbulkan rasa sakit dan muncul berbagai kelainan, misalnya gangguan pencernaan lemak.

    Struktur dan Fungsi Sistem Ekskresi pada Manusia Paru-paru


    Paru-Paru 


    Paru-paru mengekskresikan karbon dioksida dan uap air. Di kelas 8 telah dipelajari paru-paru sebagai sistem pernapasan. Karbon dioksida merupakan sisa metabolisme dari sel-sel tubuh. Karbon dioksida diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju paru-paru. Di dalam alveolus, karbon dioksida berdifusi ke udara. Udara yang banyak mengandung karbon dioksida ini kemudian dihembuskan keluar melalui fase ekspirasi.
    Udara yang keluar masuk paru-paru tidak selalu bersih karena bercampur dengan debu, asap, kotoran, dan kuman-kuman penyakit. Akibatnya, kerja paru-paru sebagai alat ekskresi dapat mengalami gangguan.
    paru-paru2-edited
    Contoh kelainan atau gangguan pada paru-paru adalah tuberkulosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), SARS (Severe Acute Respiratory Sindrome), asma, dan lain-lain. Kebiasaan yang buruk juga dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, misalnya merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru.
    Berikut video tentang cara kerja paru – paru :

    Struktur dan Fungsi Sistem Ekskresi pada Manusia Kulit


    Kulit


    Zat yang diekskresikan kulit adalah keringat. Ketika udara panas, kulit mengeluarkan keringat yang mengandung air, urea, dan garam. Keringat yang keluar ke permukaan kulit akan segera menguap. Dalam proses penguapan ini, keringat menyerap energi panas dari dalam tubuh sehingga suhu tubuh menjadi lebih dingin. Jadi fungsi keringat adalah untuk mengatur suhu tubuh dengan cara membuang panas yang berlebihan.
    Penampang kulit.
    Keringat keluar melalui pori-pori yang terdapat hampir di seluruh permukaan kulit. Dalam sehari semalam, keringat yang keluar melalui pori-pori ini dapat mencapai 8 liter.Pada saat melakukan aktivitas fisik yang berat seperti berolah raga dan kerja keras di bawah terik matahari, keringat yang dihasilkan akan lebih banyak lagi. Oleh karena itu, kita harus cukup minum untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat. Jika tidak, tubuh yang kekurangan air dan garam-garam mineral dapat menimbulkan kejang-kejang dan pingsan.
    Di manakah keringat dihasilkan? Coba perhatikan penampang kulit pada Gambar diatas. Kulit memiliki tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan jaringan ikat bawah kulit. Lapisan tipis yang paling luar disebut lapisan epidermis, tersusun dari lapisan tanduk dan malpighi. Lapisan tanduk merupakan sel-sel mati dan mudah mengelu-pas, sedangkan lapisan malpighi mengandung pigmen warna kulit. Pada lapisan dermis terdapat kelenjar minyak, folikel rambut, saraf, dan kelenjar keringat.
    Keringat yang berlebihan (hiperhidrosis) dapat disebabkan karena kelainan pada produksi hormon, adanya penyakit, efek obat-obatan tertentu, pengaruh kejiwaan seperti takut atau gelisah, serta dapat disebabkan karena faktor genetis/keturunan. Oleh karena itu bila keringatmu tiba-tiba menjadi banyak (berlebihan) tanpa sebab yang jelas, maka perlu memeriksakan diri ke dokter.
    Kelenjar keringat letaknya dekat dengan pembuluh darah sehingga memungkinkan terjadinya difusi air dan garam urea. Keringat dihasilkan oleh kelenjar keringat. Ketika suhu tubuh meningkat, keringat keluar menuju permukaan kulit melalui pembuluh keringat yang bermuara di pori-pori. Jaringan ikat di bawah kulit memiliki batas yang tidak jelas dengan lapisan dermis. Jaringan ini banyak mengandung lemak yang berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh dari benturan, dan menahan panas.
    Perhatikan video berikut ini tentang contoh kegiatan yang dapat merangsang kerja dari sistem ekskresi kulit :
    Kulit juga mempunyai berbagai fungsi selain mengeluarkan keringat untuk menjaga suhu tubuh. Beberapa fungsi kulit adalah sebagai berikut.
    a. Sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan keringat. b. Pelindung bagi jaringan-jaringan di bawah kulit dari benturan fisik. c. Pengatur suhu tubuh. d. Penerima rangsang e. Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.

    Alat Optik Teleskop

    TELESKOP              Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebi...