About

Hetalia Mochi - Sechelles

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Oktober 2017

ZAT ADITIF (PENYEDAP)

Zat penyedap rasa
Image result for ZAT ADITIF PENYEDAP
kita dapat membedakan, zat penyedap rasa:
a   a)    Zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam, misalnya: daun pandan, daun salam, daun jeruk untuk pewangi. Potongan-potongan tulang untuk rasa daging. Sari buah memiliki rasa buah.


b) Zat penyedap cita rasa yang berasal dari hasil sintesis:
 (a) Oktil asetat, makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini
 (b) Etil butirat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan
 (c) Amil asetat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang;
(d) Amil valerat, jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel.



Penyedap sintetik yang sangat populer di masyarakat adalah vetsin atau MSG (mononatrium glutamat). Di pasaran, senyawa tersebut dikenal dengan beragam merek dagang, misalnya Ajinomoto, Miwon, Sasa, Royco, Maggi, dan lain sebagainya. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat yang secara alami terdapat dalam protein nabati maupun hewani. Daging, susu, ikan, dan kacangkacangan mengandung sekitar 20% asam glutamat. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung asam glutamat akan terasa lezat dan gurih meski tanpa bumbu-bumbu lain. Keunikan dari MSG adalah bahwa meskipun tidak mempunyai cita rasa, tetapi dapat membangkitkan cita rasa komponen-komponen lain yang terkandung dalam bahan makanan. Sifat yang semacam itu disebut dengan taste enhancer (penegas rasa).

Suatu zat aditif dapat saja memiliki lebih dari satu fungsi. Seringkali suatu zat aditif, khususnya yang bersifat alami memiliki lebih dari satu fungsi. Contohnya, gula alami biasa dipakai sebagai zat aditif pada pembuatan daging dendeng. Gula alami tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemanis, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet. Contoh lain adalah daun pandan yang dapat berfungsi sebagai pemberi warna pada makanan sekaligus memberikan rasa dan aroma khas pada makanan.

ZAT ADITIF (PENGAWET)

Zat pengawet
kita dapat membedakan, zat pengawet:
Zat Pengawet, sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur.
Image result for ZAT ADITIF PENGAWET

a) Zat pengawet alami, berasal dari alam, contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai untuk mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan.

b) Zat pengawet sintetis atau buatan, merupakan hasil sintesis dari bahan-bahan kimia. Contohnya, asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat atau kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering. Garam natrium benzoat, asam sitrat, dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan.



Zat pengawet lainnya yaitu natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk menjaga agar tampilan daging tetap merah.Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada beberapa minuman penyegar juga termasuk zat pengawet. Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko kesehatan. Ada juga boraks, Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal dan hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit; gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat; terjadinya komplikasi pada otak dan hati; menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3–6 gram.


Pengawet buatan.    

Dampak Negatif Bahan Pengawet
Peredaran bahan pengawet saat ini sangat tak terkendali, terlebih bahan pengawet yang bernama formalin dan borak. Banyaknya masyarakat yang tidak tahu akan dampak negatif dari bahan-bahan tersebut menambah leluasanya barang itu bredar disekitar kita. Terlebih tidak adanya lagi pengawasan yang ketat. Disini akan saya terangkan sedikit tentang dampak atau efek bagi kesehatan manusia bila mengkonsumsi produk pangan yang tercemar oleh formalin atau bahan pengawet bahan makanan lainnya.
Efek akut berupa tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi (tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.

Efek kronis berupa timbul iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada. Bila dikonsumsi menahun dapat menyebabkan kanker.

ZAT ADITIF (PEMANIS)

Zat pemanis

kita dapat membedakan, zat pemanis :
Zat Pemanis, berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman.
Image result for Zat Aditif PEMANIS

a) Zat pemanis alami, diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren ataupun pada buah-buahan dan madu, berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan.


b) Zat pemanis buatan atau sintetis, tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki penyakit kencing manis (diabetes melitus) biasanya mengonsumsi pemanis sintetik sebagai pengganti pemanis alami. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami.
Contoh pemanis sintetik, yaitu sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam dan dulsin. Penggunaan sakarin yang berlebihan selain akan menyebabkan rasa makanan terasa pahit juga merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung kemih. Contoh lain, garam-garam siklamat pada proses metabolisme dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang dapat menimbulkan penyakit kanker). Garam siklamat juga dapat memberikan efek samping berupa gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel.

Pengaruh zat pemanis :
• Memperbaiki penampilan produk
• Kondisi bahan-bahan yang tidak stabil / tahan lama
• Menekan ongkos produksi


ZAT ADITIF (PEWARNA)

 Zat Pewarna
digunakan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya.
Image result for Zat Aditif PEWARNA

a) Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu, misalnya warna hijau dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit, warna cokelat dari buah cokelat, warna merah dari daun jati, dan warna kuning merah dari wortel.


b) Zat pewarna sintetis, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Zat pewarna sintetik yang bukan untuk makanan dan minuman (pewarna tekstil) dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh karena bersifat karsinogen (penyebab penyakit kanker).
Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dyedan lake. Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produk-produk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak.

Pewarna tambahan, baik alami maupun buatan, digunakan dalam industri makanan karena berbagai alasan, di antaranya untuk:
  • mengimbangi pemudaran warna karena paparan cahaya, udara, perubahan suhu dan kelembaban
  • memperbaiki variasi warna
  • menguatkan warna yang terjadi secara alami
  • mewarnai bahan makanan yang tak berwarna
  • membuat makanan lebih menarik sehingga mengundang selera

ZAT ADIKTIF



 ZAT ADIKTIF


Image result for Zat Adiktif


Zat adiktif adalah zat-zat yang dapat membuat pemakainya kecanduan (adiksi). Kecanduan adalah suatu keadaan fisik (jasmani) maupun nonfisik (psikologis) dari seseorang yang merasa tidak normal jika tidak menggunakan zat tertentu. Biasanya si pecandu akan menuruti keinginannya dengan kembali mengonsumsi zat tersebut.
Sejak zaman dahulu, manusia sudah mengenal zat yang tergolong adiktif, misalnya suku indian merokok dan mengunyah tembakau disetiap upacara adat. Pada awalnya, semua bahan adiktif berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contoh tumbuh-tumbuhan itu adalah ganja(cannabis sativa), opium (papaver somniverum), kokain (Erythroxylum coca), mariyuana (Cannabis indica). Akan tetapi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam, khususnya bidang kimia, saat ini manusia telah dapat membuat bhan-bahan adiktif buatan (sintetis) yang berkemampuan sama dengan zat adiktif alami. Zat adiktif sintetis ada berbagai macam jenis dan khasiatnya berbeda-beda.
Pada mulanya, zat adiktif digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis. Para dokter yng melakukan tindakan operasi terhadap pasien menggunakan bahan adiktif untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien. Pemakaian obat atau zat adiktif oleh para dokter tersebut menggunakan dosis yang sesuai kebutuhan dan dalam pengawasan yanga baik.


B.  Jenis Zat Adiktif dan Dampaknya
Semua zat adiktif, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun bahan adiktif sintetis, disebut narkoba atau napza. Aturan tentang pemanfaatan dan sanksi penyalahgunaan narkoba dituangkan dalam UU RI nomor 22/1997 tentang narkotika.
1. Jenis zat adiktif
Narkoika digolongkan mejadi golongan I, golongan II, dan golongan III. Zat psikotropika digolongkan menjadi psikotropika golongan I, golongan II, golongan III,, dan golongan IV.
Narkotika golongan I terdiri dari 26 macam, antara lain opium mentah, candu, kokain, ganja, THC, dan heroin. Narkotika golongan II terdiri dari 87 macam, contohnya morfin dan opium. Narkotika golongan III terdiri dari 14 macam, contohnya etil morfin dan kodein. Zat psikotropika golongan I terdiri dari 26 macam, golongan II terdiri dari 14 macam, golongan III terdiri dari 9 macam, dan golongan IV terdiri dari 60 macam.
2.  Dampak zat adiktif
Dampak yang ditimbulkan oleh zat adiktif dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
  1. stimulasi adalah gejala yang terjadi pada saraf pusat untuk mempercepat proses-proses dalam tubuh, seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Contohnya : kafein pada kopi, nikotin pada rokok, kokain, dan amfetamin.
  2. Depresi adalah gejala yang terjadi pada syaraf pusat untuk memperlambat proses pada tubuh. Depresi menyebabkan turunnya kesadaran seseorang pada dunia sekelilingnya. Contoh zat-zat yang tergolong depresan adalah alkohol. Obat penenang, dan sebagainya.
  3. Halusinasi adalah gejala yang terjadi pada saraf manusia yang menyebabkan khayalan. Hakusinasi menyebabkan penderita mendengar suara, melihat benda, merasakan berbagai hal yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Contoh zat yang termasuk zat halusinogen adalah LSD (lisergic acid diethylamide)


ZAT ADITIF

ZAT ADITIF 

Image result for Zat Aditif dan Zat Adiktif

Pengertian Zat Aditif

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan 
efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.


Macam-macam zat aditif :
1. Zat Aditif Alami
merupakan zat aditif yang bisa diperoleh dari alam, seperti daun salam, daun pandan, kunyit, jahe, gula aren, dan asam. 



2. Zat Aditif Sintetis (Buatan)

merupakan zat yang dibuat dengan serangkaian proses kimia. Zat yang diperoleh dari proses kimia ini jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kesehatan tubuh. Beberapa bahan makanan yang termasuk ke dalam zat aditif sintetis diantaranya formalin, Monosodium Glutamat (MSG), formalin, dan sakarin. 
Macam-macam zat aditif :
  1. Pewarna
  2. Pemanis
  3. Pengawet
  4. Penyedap
  5. Pemberi Aroma
  6. Pengental
  7. Pengemulsi


Selasa, 10 Oktober 2017

Gejala Kekurangan Mineral dan Vitamin

Gejala Kekurangan Mineral dan Vitamin

Protein, karbohidrat, vitamin serta mineral merupakan berbagai macam zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Terlebih lagi vitamin dan mineral, zat ini sangat penting sekali artinya oleh tubuh kita, sehingga kita diharuskan untuk  mengkonsumsi berbagai macam makanan yang mengandung vitamin.
Ada banyak sekali jenis vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh kita, meliputi vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D dan masih banyak lagi yang lainnya. Vitamin memang merupakan zat yang sangat penting sekali fungsinya bagi tubuh kita.
Berbagai vitamin dapat kita temukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Vitamin C dapat kita temukan pada jeruk, sedangkan vitamin A dapat kita temukan pada sayuran wortel.
Bila seseorang mengalami kekurangan vitamin, maka akan muncul tanda-tanda atau gejala kekurangan vitamin pada beberapa bagian tubuhnya. Ada berbagai gejala yang muncul saat tubuh kita kekurangan vitamin, seperti:
  • Rabun dan katarak

Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A seperti hati, wortel, pepaya, ikan, lemon, apricot dan juga telur, maka kebutuhan tubuh anda akan vitamin A akan tetap memadai.Gejala seperti rabun dan katarak merupakan pertanda bahwa asupan vitamin A dalam tubuh kita tidak memadai. Munculnya masalah lain, seperti ketombe, kulit bersisik serta mudah sekali terserang flu, juga merupakan pertanda bahwa tubuh kita kekurangan vitamin A. Vitamin A berfungsi untuk melawan infeksi, meningkatkan fungsi penglihatan serta menjaga kesehatan kulit.
  • Infeksi
Gejala seperti infeksi pada luka merupakan pertanda bahwa tubuh anda memerlukan vitamin C dalam jumlah yang memadai. Selain itu gejala lain seperti gusi berdarah serta sariawan juga merupakan tanda dari kurangnya asupan vitamin C. Berbagai makanan terutama buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, nanas serta beberapa jenis sayuran merupakan makanan yang merupakan sumber dari vitamin C.
  • Turunnya daya tahan tubuh
Gejala seperti turunnya daya tahan tubuh, bibir pecah-pecah serta pembengkakan pada lidah merupakan pertanda bahwa tubuh anda kekurangan vitamin B2 atau biasa disebut riboflavin. begitu juga dengan gejala lain seperti migrain. Untuk mencegah kekurangan vitamin B2 maka anda dianjurkan untuk mengkonsumsi susu, daging, hati, kacang almond, jamur, kacang kedelai serta gandum. Riboflavin berfungsi untuk merubah karbohidrat menjadi gula yang nantinya menjadi energi untuk tubuh kita.
  • Kulit kering
Gejala seperti kulit kering merupakan gejala umum dari kekurangan vitamin E. Selain itu gejala lain seperti kemandulan juga merupakan gejala dari kurangnya asupan vitamin E dalam tubuh anda. Dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E, seperti kecambah, telur, mentega, alfalfa, selada, asparagus serta biji bunga matahari dapat menambah asupan vitamin E dalam tubuh kita.
  • Gigi kropos

AnemiaGejala seperti gigi yang keropos umumnya disebabkan oleh kurangnya vitamin D. Selain itu gejala seperti pertumbuhan tulang yang tidak normal bisa juga merupakan pertanda bahwa anda kekurangan vitamin D. Vitamin D juga dikenal dengan nama kalsiferol. Vitamin D banyak ditemukan pada jenis makanan seperti tomat, brokoli, jeruk maupun strawberry. Selain itu, vitamin D juga bisa ditemukan pada ikan, telur, keju maupun susu.
Gejala anemia atau kurang darah seperti lemah, letih, lesu serta lemas merupakan pertanda bahwa anda kekurangan vitamin B12. Makanan yang banyak mengandung vitamin B12, adalah daging, ikan, telur, susu, kacang almond, bisa anda konsumsi untuk mencegah terjadinya anemia.
  • Kram otot
gejala seperti kram otot merupakan pertanda bahwa anda kekurangan vitamin B5 atau biasa disebut asam pantotenat. Sebagai tindakan pencegahan anda bisa mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B5 seperti alpukat, brokoli serta kacang-kacangan.
  • Gatal-gatal

Mineral seng dapat kita temukan pada jenis makanan, seperti kacang-kacangan, serealia, daging merah, ikan laut serta biji-bijian. Tiram juga termasuk jenis makanan yang kaya akan mineral seng.Gejala seperti gatal-gatal di kulit merupakan pertanda bahwa tubuh kita kekurangan mineral seng. Selain itu gejala lainnya seperti luka yang sulit sekali untuk disembuhkan serta garis putih pada kuku juga merupakan pertanda dari kekurangan seng. Mineral seng akan membantu dalam proses membuang karbon dioksida dari dalam tubuh serta untuk proses penyembuhan luka.
  • Insomnia dan kurang nafsu makan
Gejala seperti insomnia juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin B1. Gejala lainnya seperti kurang nafsu makan, beri-beri maupun pegal-pegal juga merupakan pertanda lain bahwa tubuh anda memerlukan asupan vitamin B1 lebih banyak. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B1 adalah daging, baik itu daging sapi, daging ayam maupun daging ikan. Selain itu, makanan seperti brokoli, nanas, anggur, terong maupun bayam juga mengandung vitamin B1.





Alat Optik Teleskop

TELESKOP              Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebi...