About

Hetalia Mochi - Sechelles

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 10 Oktober 2017

Nutrisi

Nutrisi
Pengertian dan definisi Nutrisi. Nurisi di sebut juga zat Gizi. Nutrisi adalah zat dalam makanan yang dibutuhkan organisme untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan fungsinya. Nutrisi di peroleh dari hasil pemecahan makanan oleh sistem pencernaan. dan seringkali di sebut dengan istilah sari-sari makanan. Nutrisi terbagi dalam 2 golongan, yaitu makronutrisi dan mikronutrisi.
Makronutrisi adalah adalah nutrisi yang di butuhkan tubuh dalam jumlah yang besar dan biasanya berfungsi sebagai sumber energi. Yang termasuk makronutrisi adalah:
  • Karbohidrat. contoh makanan sumber karbohidrat: beras, gandum, singkong, kentang, dll
  • Protein. Contoh makanan sumber protein: susu, telur, daging, ikan, kacang-kacangan, dll
  • Lemak. Contoh makanan sumber lemak: susu, telur, kacang-kacangan, kelapa, dll
Mikronutrisi adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit dan berfungsi untuk mendukung proses metabolisme tubuh. yang termasuk kedalam mikronutrisi adalah:
  • Vitamin. Contoh makanan sumber vitamin: Buah-buahan, sayur-sayuran, dll
  • Mineral. Contoh makanan sumber minderal: buah-buahan, sayur-sayuran, dll
  • Air. Air di temukan dalam bentuk sejatinya atau dalam semua jenis bahan pangan meski dalam kosentrasi yang sedikit.
Walaupun hampir semua jenis makanan mengandung setidaknya 1 atau semua jenis makronutrisi, tetapi tidak semua makanan mengandung mikronutrisi. Karena itu kedua jenis makanan ini harus di padukan agar di peroleh nutrisi yang di butuhkan tubuh. Nutrisis dalam jumlah yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan akan memberikan energi bagi tubuh untuk dapat tumbuh dan berkembang serta memperbaiki jaringan yang rusak. Kekurangan nutrisi akan membuat tubuh organisme tidak tumbuh dan berkembang sesuai dengan takdirnya, bahkan dapat menyebabkan penyakit hingga berakhir dengan kematian. Terganggunya proses metabolisme tubuh merupakan gejala awal kekurangan nutrisi.
Zat gizi mempunyai fungsi penting yang antara satu dengan yang lainnya saling mendukung dan bekerja sama untuk tetap menjaga agar tubuh dapat memperoleh pasokan yang di butuhkan. Beberapa jenis nutrisi dapat menjadi penganti bagi yang lainnya. Meski hal ini tidak dianjurkan oleh pakar kesehatan. Kebutuhan nutrisi harus di penuhi oleh nutrisi yang bersangkutan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Berikut ini adalah beberapa fungsi nutrisi bagi tubuh.
Fungsi Nutrisi adalah:
  • Sumber energi
  • Pendukung dan pengatur proses metabolisme
  • Menjaga keseimbangan metabolisme
  • Pembentuk sel-sel jaringan tubuh
  • Memperbaiki sel-sel yang rusak
  • Mempertahankan fungsi organ tubuh, dll
Untuk mendapatkan asupan nutrisi di perlukan makanan yang baik, sehat dan begizi. Karena makanan yang baik, sehat dan begizi akan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit, manjaga kebugaran tubuh dan stabilitas emosi serta mendukung terciptanya kehidupan yang berkualitas. Untuk mendapatkan asupan gizi yang seimbang maka di perlukan pola makan yang benar. 




Selasa, 03 Oktober 2017

teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan

Ada berbagai macam teknologi seperti,helikopter yang mengikuti cara terbang capung dan pesawat yang mengikuti cara kerja burung.Kali ini saya akan membahas teknologi yang mempunyai cara kerja maupun struktur yang hampir sama seperti susunan dan struktur tubuh tumbuhan.Ini dia.....

 1) batang pohon yang kokoh berdiri memberikan inspirasi pada pembangun rumah.
 2)Susunan batu rumah meniru jaringan batang.
 3)Tembok rumah agar kokoh diberi besi, hal ini merupakan pengaplikasian dari kambium pada pohon.
 4)Chimera meniru bentuk fleksibel dari pohon bakau yang dijadikannya sebagai mode baru, dan untuk memperlihatkan keindahan gedung pencakar langit.
Chimera
5)Teater Esplanade yang meniru bentuk buah durian.
Esplanade adalah bangunan yang terletak di tepi sungai enam hektar lahan di sepanjang tepi laut Marina Bay dekat dengan muara Singapore River. Tujuannya dibangun untuk menjadi pusat pertunjukkan seni bagi bangsa pulau Singapura.
Bangunan ini dirancang oleh dua firma arsitektur bekerja sama : oleh DP Architect ( DPA ) dari Singapura dan berbasis London Michael Wilford & Partners ( mwp ). Desain Arsitektur yang unik pada bangunan ini terlihat dari atap pada bangunan tersebut yang menyerupai seperti buah durian. Beberapa orang Singapura merujuk ke Esplanade sebagai ” Durian ” atau ” The Big Durian ” atau juga ” Shell Durian ”
Esplanade berisi ruang pertunjukan kelas dunia, ditambah dengan berbagai layanan pendukung profesional dan fasilitas. Selain tempat pertunjukan, Esplanade juga mengandung tempat pertemuan, serta lainnya gaya hidup dan seni layanan terkait. Utama penting dari Esplanade – yang Concert Hall dan Teater , yang terhubung ke utama Concourse melalui foyer.

6)Teknologi pembangkit listrik tenaga surya dibuat dengan meniru prinsip daun yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia, sehingga dapat menjadi alternatif sumber energi yang sangat bermanfaat.

7)Lilypad Kota Mengambang (seperti daun )
Lilypad didesign oleh Vincent sebagai antisipasi untuk tahun 2100 yang digambarkkan bahwa akan banyak sekali jumlah para pengungsi dunia akibat terjadinya pemanasan global. Dia mengemukakan bahwa prinsip Archimedes bahwa cairnya es tidak akan merubah peningkatan permukaan air. Sama halnya dengan mencairnya es di dalam air di gelas. Namun ada dua sumber air raksasa yang tidak berada diatas air yang akan mencair dan langsung menuju ke laut yang menyebabkan naiknyapermukaan air laut. Hal ini berhubungan dengan gunung es di Antartika dan Greenland disisi lain, serta benua es. Hal lain yang menyebabkan naiknya permukaan laut tidak ada sangkut pautnya dengan mencairnya es, tetapi dilatasi air yang terjadi akibat pengaruh suhu udara.Menurut ramalan GIEC (Intergovernmental group on the evolution of the climate), kenaikan permukaan laut akan mencapai 20 hingga 90 cm selama abad ke-21. Setiap kenaikan suhu 1°C akan mengakibatkan air naik 1 meter. Kenaikan air ini akan mempengaruhi 0.05% di Uruguay, 1% di Mesir, 6% di Belanda, 17.5% di Bangladesh dan lebih dari 80% di daerah atoll Majuro di Marshall dan pulau-pulau Kiribati hingga pulau-pulau di Maldives. Negara-negara seperti Vietnam, Mesir, Bangladesh, Guyana atau Bahamas akan melihat tempat-tempat tinggal masyarakatnya kebanjiran dan genangan Lumpur air asin dari laut. New York, Bombay, Calcutta, Hô Chi Minh City, Shanghai, Miami, Lagos, Abidjan, Jakarta, Alexandria dan lebih dari 250 juta pengungsi dari negara lain akibat perubahan suhu udara. Itulah sebabnya Lilypad, sebagai prototipe kota yang dibuat mengapung diatas air dan dapat menampung sebanyak 50.000 penduduk. Dan didalamnya dikembangkan kehidupan flora dan fauna disekitar danau dengan air yang ditampung dari air hujan. Lilypad kota yang akrab dengan lingkungan dapat mengapung dari dari Monaco di Eropa hingga ke daerah bagian Atol Polenesia.Desain yang sangat modern dalam antisipasi pengungsi akibat pemanasan global. Inspirasi dari daun lilypad Amazonia Victoria Regia, dari keluarga Nympheas, tanaman air yang ditemukan oleh ahli tanaman Jerman Thaddeaus Haenke. Lilypad kota lingkungan yang mengapung dengan zero emisi udara. Melalui teknologi energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut dan biomass. Bahkan dapat memperoses gas CO2 di adalam atmosfer dan meresap ke kulitnya (atap) yang terbuat dari titanium dioxide ,seperti proser fotosintesis pada tumbuhan (daun) .

8)Desain Tenda Meniru Sebuah Daun.

Struktur urat daun menginspirasi bentuk tenda ini oleh desainer Ondrej Vaclavik, secara teoritis memperkuat desain melalui penempatan strategis dari tiang tenda. Ini tentu membuat untuk kemah yang menarik, yang hampir lebih mengingatkan kita pada 'bug daun' dari daun itu sendiri.
Tenda











Struktur dan Fungsi Jaringan pada Daun

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Daun

Jaringan Penyusun Daun dan Fungsinya (Lengkap) – seperti halnya organ pada tumbuhan, daun tersusun atas berbagai macam jaringan yang memiliki fungsi khusus. Daun berfungsi sebagai tempat utama terjadinya fotosintesis (beberapa tumbuhan tidak memiliki daun). Daun umumnya berwarna hijau saat, hal ini dipengaruhi oleh zat hijau daun (klorofil). Pembentukan organ daun berasal dari pertumbuhan meristem primer yang terletak di batang. 

Kemudian, sel – sel meristem berdiferensiasi menjadi jaringan dewasa yang menyusun daun. Tak berbeda dengan organ lainnya, jaringan penyusun daun pada umumnya ialah sama seperti organ lainnya. Hanya saja ada beberapa modifikasi bentuk dan struktur yang disesuaikan dengan fungsi daun. Berikut uraian mengenai jaringan penyusun daun. 

1. Epidermis


Jaringan epidermis selalu terletak paling luar pada semua organ tumbuhan, begitu jua dengan daun. Jaringan ini tersusun atas selapis sel yang tersusun rapat. Keberadaan epidermis sangat penting bagi tumbuh kembang tumbuhan. Peran utama sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya, baik dari kerusakan mekanis, paparan cahaya, patogen, atau perubahan suhu yang ekstrem, dan sebagai pintu masuk keluarnya zat. Begitu banyaknya proses yang terjadi di epidermis daun, jaringan ini mengalami modifikasi yang bervariasi pada tumbuhan. Adapun modifikasi epidermis penyusun daun antara lain:

a. Kutikula

Merupakan lapisan lilis yang terdapat di epidermis atas daun. Terbentuk dari proses penebalan dinding sel luar epidermis atas. Adanya kutikula berfungsi sebagai pelindung dan mencegah penguapan yang menyebabkan kehilangan air melalui epidermis atas daun.

b. Stomata 

Atau mulut / celah daun yang terbentuk dari lapidan epidermis bawah daun. Berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida, dan juga dapat berlangsung proses penguapan air. Oleh karena itu, tumbuhan xerofit (habitat kering) memiliki struktur daun yang kecil (duri) atau tidak memiliki daun sama sekali. 

c. Trikomata

Disebut juga sel rambut halus yang terbentuk di epidermis permukaan atau bawah daun. Fungsinya tak jauh berbeda, yakni mencegah penguapan berlebih.

d. Bulliform dan velamen

Sel penyimpanan air, yang terbentuk dari beberapa sel epidermis penyusun daun membentuk sel yang ukurannya lebih besar dibanding sel epidermis lainnya. 

Advertisement

2. Parenkim


Jaringan parenkim yang menyusun daun disebut dengan mesofil daun atau daging daun, hal ini karena mengisi sebagaian besar ruang pada daun. Mesofil daun terdapat dengan dua jenis sel yang berbeda namun memiliki fungsi yang sama yakni tempat utama terjadinya fotosintesis. Macam parenkim yang menyusun daun yaitu:

a. Palisade (jaringan tiang)

Palisade memiliki bentuk memanjang, terletak tepat dibawah epidermis atas. Sel – sel palisade tersusun rapi dan rapat. Palisade memiliki kloroplas lebih banyak dibanding spons. Oleh karena itu intensitas fotosintesis yang terjadi pada palisade lebih banyak dibanding spons. 

b. Spons (jaringan bunga karang)

Memiliki bentuk seperti sel – sel parenkim yakni hexagonal yang tersusun sangat longgar sehingga terdapat rongga antar sel yang cukup besar. 

3. Kolenkim


Merupakan jaringan penguat yang terletak di tulang daun dan antara jaringan parenkim di lumen daun. Fungsinya ialah untuk menguatkan bentuk daun baik dari terpaan angin atau lainnya. 

4. Pengangkut


Jaringan pengangkut terletak di antara mesofil daun dan epidermis bawah daun. Jaringan pengangkut pada daun tersusun berdampingan, xilem memiliki struktur sel yang besar sementara floem memiliki sel yang kecil dan rapat. Keduanya mengangkut zat yang berbeda. 

Xilem pada daun memudahnya penyampaian air dan garam mineral yang dibawa oleh xilem akar sampai pada sel – sel di ujung daun. Sementara floem daun merupakan pintu pertama dimana distribusi makanan (glukosa) hasil fotosintesis yang berlangsung di daun akan diedarkan. 


struktur dan fungsi pada batang

Struktur dan Fungsi Jaringan Batang

Batang pada tumbuhan juga memiliki jaringan. Anatomi jaringan batang monokotil dan dikotil berbeda seperti halnya pada akar dikotil dan monokotil.
xilem_floem
Perhatikan gambar 2.1 yang menunjukan ciri yang berbeda pada pada penyusun batang dikotil dan monokotil.
Seperti halnya pada akar, batang bila diiris melintang akan menunjukkan bagian-bagian (daerah) atau jaringan-jaringan penyusun dari luar ke dalam yang  tersusun sebagai berikut: epidermis, korteks, dan silinder pusat.
1. Jaringan Epidermis
Epidermis adalah jaringan terluar dari batang.Epidermis pada batang memiliki fungsi yang sama dengan jaringan epidermis yang ada pada akar. Jaringan ini melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan pertmbuhannya.
Pada batang dikotil dewasa, epidermis akan rusak dan digantikan oleh periderm (jaringan gabus).Periderm memiliki kambium gabus atau felogen. Felogen membelah ke arah luar membentuk felem dan ke arah dalam membentuk feloderm.
2.Korteks
Di bawah epidermis terdapat daerah korteks. Daerah korteks tersusun oleh jaringan parenkim.
Pada batang dikotil lapisan kortek yang paling dalam adalah jaringan endodermis. Biasanya sel-selnya mengandung amilum. Berbeda dengan pengamatan secara anatomis pada akar, pada batang endodermis dan perikambium tidak tampak jelas.Sedangkan pada monokotil tidak ditemukan endodermis.
3. Silinder Pusat atau Stele
Bagian terdalam dari batang, yaitu silinder pusat atau stele. Silinder pusat terdiri atas tiga bagian, yaitu perikambium, jaringan pengangkut, dan empulur. Pada dikotil berkas pengangkut tersusun dalam lingkaran. Berkas pengangkutnya bertipe kolateral terbuka atau bikolateral. Kolateral terbuka, yaitu antara xilem dan floem terdapat kambium. Tipe berkas pengangkut berkolateral memiliki susunan xilem yang diapit oleh floem luar dan floem dalam, anatar xilem dan floem luar terdapat kambium.
Berkas pengangkut pada batang monokotil tersusun tersebar dan bertipe kolateral tertutup, yaitu antara xilem dan folem tidak ada berkas. Berkas floem atau pembuluh tapis adalah berkas  pengangkut yang mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
Berkas xilem atau pembuluh kayu tersusun dari
berbagai jenis sel, yaitu sel serat dan sel-sel pembentuk pembuluh angkut xilem.Sel-sel itu mengalami penebalan dinding, sehingga selain berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun, xilem juga akan berfungsi sebagai jaringan penguat. Seperti halnya pada akar, bagian terdalam batang juga tersusun atas empulur batang.
Pada tumbuhan dikotil, di antara floem dan xilem dibatasi oleh kambium. Jaringan kambium mempunyai sifat selalu membelah dan menyebabkan batang bertambah besar.
Tahukah kamu kalau ternyata peneliti dapat menentukan umur pohon dengan melihat lingkaran tahun yang terbentuk.
potongan loggambar 2.2 : lingkaran tahunan
Lingkaran tahun terbentuk karena aktivitas pembelahan sel-sel kambium yang dipengaruhi oleh musim. Pada musim penghujan air banyak tersedia, sehingga aktivitas sel-sel kambium meningkat, namun keadaan sebaliknya terjadi pada musim kemarau. Perbedaan inilah yang menyebabkan terbentuknya lingkaran tahun. Usia dapat diketahui dengan menghitung jumlah lingkaran yang ditemukan pada batang.
Selain fungsi berdasarkan jaringan pada batang, fungsi struktural batang yaitu  menopang tubuh tumbuhan, mengarahkan posisi daun agar memperoleh cahaya matahari yang cukup. Batang merupakan organ utama yang berfungsi dalam transportasi air dan zat makanan.


Struktur dan Fungsi Jaringan pada Akar

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN PADA AKAR


Struktur dan fungsi jaringan akar bisa dilihat dari aktivitas pertumbuhan akar itu sendiri. Akar pada tumbuhan didefinisikan sebagai struktur tumbuhan yang letaknya di bagian dalam tanah. Akar adalah penghubung yang digunakan sebagai jalur masuk unsur-unsur hara atau pun mineral dari bagian dalam tanah yang bergerak menuju ke seluruh bagian dari tumbuhan.
ads
Akar bisa juga digunakan untuk menentukan pembatas yang membatasi antara bagian akar dan bagian batang. Namun dalam proses terjadinya perkecambahan, bagian akar dan bagian batang bisa dilihat perbedaannya melalui arah pertumbuhannya. Bagian akar akan mengalami pertumbuhan ke arah bawah, sedangkan bagian batang akan mengalami pertumbuhan ke arah atas.

struktur-dan-fungsi-jaringan-akarDalam proses pengamatan sistem perakaran pada tumbuhan yang tergolong monokotil seperti halnya rumput-rumputan dan juga pada tumbuhan yang tergolong dikotil seperti halnya tanaman cabe. (baca juga : klasifikasi Echinodermata)
Coba amati apakah terdapat suatu perbedaan pada sistem perakaran yang ada pada kedua golongan tersebut? Jika dilihat dari bentuknya sudah pasti kedua golongan tumbuhan tersebut mempunyai suatu sistem perakaran yang sangat berbeda. (baca juga : perubahan lingkungan)
Pada akar tumbuhan yang tergolong monokotil terbentuk dari sistem akar serabut, sedangkan pada akar yang tergolong dikotil terbentuk dari sistem akar tunggang. Walaupun pada tumbuhan yang tergolong dikotil mempunyai akar tunggang, namun jika pada tumbuhan ini dilakukan pengembangbiakan menggunakan cara disetek atau pun dicangkok, maka pada tumbuhan tersebut tidak akan memiliki akar tunggang melainkan mempunyai akar serabut. Selain pada tumbuhan yang tergolong dikotil, pada tumbuhan gymnospermae (atau sering disebut sebagai tumbuhan berbiji terbuka) ternyata juga mempunyai sistem perakaran tunggang. (baca juga : pengertian antigen dan antibodi)
Secara morfologi (atau struktur luar) bagian akar terbentuk dari bagian rambut akar, bagian batang akar, bagian ujung akar, dan juga bagian tudung akar. Sedangkan jika dilihat secara anatomi (atau struktur dalam) akar terbentuk dari bagian epidermis, bagian korteks, bagian endodermis, dan juga bagian silinder pusat.

Jaringan Dewasa


Jaringan dewasa

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan ini juga disebut jaringan permanen karena telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi fungsi dari sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem. Jaringan dewasa meliputi jaringan pelindung (epidermis dan jaringan gabus), jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat (kolenkim dan sklerenkim), dan jaringan pengangkut (xilem dan floem).


Berikut adalah sifat-sifat dari jaringan dewasa:
  1. Sel-selnya sudah tidak mengalami pembelahan, tetapi telah berdiferensiasi sehingga membentuk jaringan yang kompleks dan saling mendukung.
  2. Ukuran sel yang relatif lebih besar dibandingkan sel-sel pada jaringan meristem.
  3. Plasma sel sedikit karena ukuran vakuola besar.
  4. Terdapat ruang antarsel.

1. Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis adalah jaringan terluar pada organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Fungsi jaringan epidermis adalah sebagai penutup permukaan tumbuhan dan sebagai pelindung organ tumbuhan.
Berikut adalah ciri-ciri jaringan epidermis:
  1. Terdiri dari satu lapis yang tersusun atas sel-sel hidup dan tersusun rapat sehingga tidak ada ruang antarsel.
  2. Bentuk, ukuran, dan susunannya beragam. Namun umumnya berbentuk persegi panjang.
  3. Tidak memiliki klorofil. Kecuali pada epidermis tumbuhan paku.
  4. Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, namun dinding sel epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis.
  5. Dapat mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis. Seperti:
    1. Stomata (mulut daun). Berfungsi sebagai akses keluar masuk oksigen dan karbon dioksida.
    2. Trikomata (rambut-rambut). Berfungsi sebagai pelindung pada hampir seluruh permukaan tumbuhan.
    3. Spina (duri). Terdapat pada beberapa jenis tumbuhan seperti mawar dan bunga kertas.
    4. Velamen. Sering disebut epidermis ganda. Terdapat pada akar gantung.
    5. Sel kipas. Terdapat pada bagian atas permukaan daun beberapa jenis tumbuhan. Fungsinya untuk mengurangi penguapan.
    6. Sel kersik yang menyebabkan permukaan batang tumbuhan menjadi keras. Contohnya pada tumbuhan tebu.

2. Jaringan Parenkim

Jaringan parenkim adalah jaringan dasar yang ditemukan pada hampir semua organ tumbuhan. Jaringan parenkim terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologis dan siologis yang bervariasi.
Ciri-ciri jaringan parenkim adalah:
  1. Sel-selnya berukuran besar dan berdinding tipis. Umumnya berbentuk segi enam.
  2. Vakuola berukuran besar dan memiliki banyak vakuola.
  3. Letak inti sel mendekati dasar sel.
  4. Mampu bersifat embrional dan meristematik. Sehingga dapat membelah diri.
  5. Susunannya renggang sehingga banyak ruang antarsel.
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
  1. Parenkim asimilasi (klorenkim), mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
  2. Parenkim penimbun, menyimpan cadangan makanan.
  3. Parenkim air, mampu menyimpan air.
  4. Parenkim udara (aerenkim), menyimpan udara karena mempunyai ruang antarsel yang besar.
  5. Parenkim pengangkut, terdapat di sekitar xylem dan floem untuk mengangkut air, unsur hara, serta zat-zat hasil fotosintesis.
  6. Parenkim penutup luka, memiliki kemampuan regenerasi dengan cara berubah menjadi sifat meristematik sehingga dapat membentuk jaringan parenkim yang baru.

3. Jaringan Penyokong

Jaringan penyokong adalah jaringan yang berfungsi memberikan kekuatan bagi tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. Sel-selnya kuat, tebal, dan telah mengalami spesialisasi. Selain untuk memperkuat, jaringan ini juga berfungsi sebagai pelindung biji dan berkas vaskuler. Jaringan ini terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
1) Jaringan Kolenkim
  1. Sel mengalami penebalan pada bagian sudut.
  2. Penebalan berupa selulosa.
  3. Berupa sel hidup.
  4. Umumnya berkelompok membentuk untaian atau silinder.
  5. Terletak pada bagian terluar batang dan urat daun.
2) Jaringan Sklerenkim
  1. Seluruh bagian dinding sel mengalami penebalan.
  2. Penebalan berupa lignin.
  3. Berupa sel mati.
  4. Umumnya ditemui pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
  5. Terletak pada korteks, perisikel, di antara xilem dan floem.
  6. Terdiri dari dua macam: berbentuk serat (rami) dan sklereid (kulit kacang).

4. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut adalah jaringan yang bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Jaringan pengangkut juga disebut berkas vaskuler (berkas vaskuler). Terdiri dari dua jaringan yaitu xylem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh kulit kayu).
1) Xylem
Terdapat pada bagian kayu tanaman, berfungsi menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xylem ada dua macam, yaitu trakea dan trakeid. Xilem tersusun atas:
  1. Unsur trakeal, terdiri dari trakea (sel-sel berbentuk tabung) dan trakeid (sel-selnya panjang dengan lubang pada dinding selnya).
  2. Serabut xylem, terdiri atas sel panjang dengan ujung meruncing.
  3. Parenkim kayu, berisi zat seperti cadangan makanan, tanin, dan kristal.
2) Floem
Terdapat pada kulit kayu, berfungsi menyalurkan zat makanan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Floem tersusun atas:
  1. Buluh tapis, berbentuk tabung dengan ujung berlubang.
  2. Sel pengiring, berbentuk silinder dengan plasma yang pekat.
  3. Serabut floem, berbentuk panjang dengan ujung berimpit dan dindingnya tebal.
  4. Parenkim floem, selnya hidup, memiliki dinding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah. Parenkim floem berisi tepung, damar, atau kristal.
3) Tipe Ikatan Pembuluh Angkut
  1. Ikatan pembuluh kolateral. Terbentuk dari xylem dan floem yang letaknya bersebelahan dalam satu jari-jari yang sama.
  2. Ikatan pembuluh konsentris. Terdiri atas xylem dan floem yang membentuk cincin silindris.
  3. Ikatan pembuluh tipe bikolateral. Xylem diapit oleh floem luar dan floem dalam.
  4. Ikatan pembuluh tipe radial. Xylem dan floem bersebelahan pada jari-jari yang berbeda.
4) Tabel Perbedaan Xylem dan Floem
Pembanding
Xylem
Floem
Terbuat dariSel matiSel hidup
Tebal dinding selTipisTebal
Pembuat dinding selLignin (selulosa keras)Selulosa
Permeabilitas dinding selImpermeabelPermeabel
SitoplasmaTidak adaAda
FungsiMengangkut air dan unsur hara mineralMengangkut hasil fotosintesis
Dibawa keDaunSeluruh bagian tumbuhan
Arah aliranKe atasKe atas dan bawah
Jaringan yang menyertaiSerabutSel pengiring

 

5. Jaringan Gabus

Jaringan gabus adalah jaringan yang berfungsi untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air. Maka dari itu, jaringan gabus bersifat kedap air.


Jaringan Meristem

Jaringan Meristem

A. Pengertian Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah sekumpulan sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Jaringan ini merupakan jaringan yang pertama kali terbentuk pada tumbuhan setelah perkecambahan. Letak jaringan meristem pada tumbuhan yaitu pada bagian ujung (apikal), batang (lateral). Aktivitas jaringan meristem menentukan nasib pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. berdasarkan letaknya meristem dibedakan menjadi dua:
1. Meristem apikal
Merupakan jaringan meristem yang terletak di bagian ujung tumbuhan yaitu ujung akar dan ujung batang. Meristem ini merupakan meristem yang pertama yang terbentuk sehingga disebut meristem primer. Aktivitas meristem apikal berperan dalam pertumbuhan primer tumbuhan. Meristem apikal akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang melindungi daerah meristem dari gesekan yang dapat merusak jaringan tersebut.
2. Meristem lateral
Adalah meristem yang terletak di batang dikenal juga sebagai jaringan kambium yang terdapat pada kelompok tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Meristem ini berperan dalam pertumbuhan sekunder tumbuhan yaitu penambahan diameter batang.
3. Meristem interkalar
Terdapat di ketiak batang pada tumbuhan monokotil. Meristem ini berperan dalam pertambahan tinggi (ruas) batang tumbuhan monokotil serta berperan dalam pembentukan ruas – ruas baru.

B. Struktur Jaringan Meristem

1. Tersusun atas sel – sel embrional
Jaringan meristem tersusun atas sekumpulan sel yang bersifat embrional yaitu sel yang senantiasa aktif mengadakan pembelahan. Dengan sifat sel yang demikian, membuat jaringan meristem dikenal sebagai jaringan muda.
2. Sel rapat
Susunan sel pada jaringan meristem tersusun rapat. Hampir tidak ada ruang antar sel. Hal ini dikarenakan, sel – sel jaringan meristem kian mengadakan pembelahan sel sehingga susunannya begitu rapat.
3. Bentuk sel: oval
Bentuk sel – sel penyusun jaringan meristem ialah oval atau isodiametrik yaitu ukuran diameternya hampir sama. Hal ini dikarenakan dinding sel meristem belm mengalami penebalan. Sehingga sifat selnya kan lebih lentur.
4. Dinding sel tipis
Dinding sel penyusun jaringan meristem tipis, hanya memiliki dinding primer. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam pembelahan sel. Jaringan meristem merupakan jaringan yang sel – selnya senantiasa membelah. Oleh karena itu, dengan dinding sel yang tipis, maka sel akan mudah membelah. Dengan dinding yang tipis pula menyebabkan sel meristem memiliki bentuk yang lebih lunak.
5. Tersusun atas sel – sel hidup
Sel – sel penyusun jaringan meristem merupakan sel hidup. Artinya sel tersebut aktif melakukan metabolisme, terutama aktif mengadakan pembelahan sel. Sitoplasma sel meristem merupakan sekumpulan organel hidup yang melakukan kerja sel.
6. Kaya akan sitoplasma
Sel meristem memiliki sitoplasma yang kaya. Hal ini terkait dengan kebutuhannya untuk membentuk sel – sel baru. Sitoplasma sel meristem kaya akan senyawa kimia serta organel sel yang membantu untuk pembelahan sel.
7. Miskin cadangan makanan dan organel RE dan Plastida
Meski kaya akan sitoplasma, sel meristem miskin akan cadangan makanan. Hal ini dikarenakan fungsi yang dimiliki oleh sel meristem ialah sebagai sel yang membentuk sel baru, maka adanya vakuola (menyimpan cadangan makanan), akan mengganggru aktivitas sel meristem. Selain itu, sel meritem juga miskin akan organel RE serta plastida. RE merupakan organel yang berperan dalam sintesis protein sementara plastida adalah organel yang berkenaan dengan fotosintesis. Akan sangat tidak efektif jika sel meristem melakukan fotosintesis. Sel meristem hanya akan berfokus pada aktivitas pembelahan sel.

C. Fungsi Jaringan Meristem

1. Membentuk sel – sel baru melalui pembelahan sel
Sel – sel meristem merupakan sel – sel yang bersifat embrional. Sel – sel meristem tidak memiliki fungsi khusus, namun amat penting dalam pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Sel – sel meristem aktif melakukan pembelahan sel secara mitosis yang tiap sel akan menghasilkan dua sel yang identik dengan induk. Aktivitas reproduksi sel ini penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
2. Berperan dalam pertumbuhan primer dan sekunder
Aktivitas reproduksi sel – sel meristem amat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh tumbuhan. Sel – sel meristem berperan dalam pertumbuhan primer yaitu pertambahan panjang tubuh tumbuhan yang diperankan oleh meristem primer pada bagian apikal tumbuhan (akar dan batang). Selain itu, pertumbuhan sekunder yaitu pertambahan diameter batang atau ruas batang diperankan oleh meristem sekunder yang terletak di bagian batang (lateral). Dengan demikian, meski sel meristem tidak memiliki fungsi khusus, proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sagat tergantung pada aktivitas jaringan meristem.
3. Membentuk jaringan dewasa dan organ tumbuhan
Jaringan dewasa atau jaringan permanen yang telah memiliki fungsi khusus seperti epidermis, parenkim, kolenkim, dan lainnya terbentuk dari jaringan meristem. Melalui diferensiasi, sel – sel meristem yang telah terbentuk akan mengalami pengkhususan yang akan membentuk jaringan dewasa. Proses ini akan melibatkan kontrol hormon tumbuhan. Selain membentuk jaringan dewasa, pembentukan organ seperti akar, batang, dan daun disusun oleh jaringan yang terbentuk dari jaringan meristem.


Alat Optik Teleskop

TELESKOP              Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebi...